banner 970x250

Harga Sewa Kosan di Malang, Terjangkau atau Mahal?

Visualisasi Kosan di Malang. Foto/Pinterest
Visualisasi Kosan di Malang. Foto/Pinterest
76 / 100 Skor SEO

Binarpagi.id – Sebagai Kota Pendidikan, Malang tentunya memiliki banyak pendatang baru. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, terdapat lebih dari 20.000 penduduk migran yang datang ke kota Malang dalam kurun waktu satu tahun.

Memiliki banyak pendatang baru tentu menjadi peluang usaha bagi warga asli Malang untuk membukan kos-kosan atau sewa tempat tinggal. Usaha kos-kosan ini juga sudah terkenal sebagai salah satu cara mendapatkan penghasilan dengan mudah.

Sebagai perantau, saya juga turut andil dalam mencari kos-kosan yang terjangkau. Dari beberapa aplikasi yang menyediakan layanan untuk promosi kos ataupun media sosial yang digunakan sebagai tempat promosi, kos-kosan di Malang bisa didapatkan dengan rentang harga Rp800.000 ke atas.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Buka Bersama Berkonsep All You Can Eat di Malang

Untuk kos wanita, sudah jarang ditemukan kos-kosan dengan harga dibawah Rp1.000.000 yang memiliki fasilitas memadai. Rata-rata jika dengan harga Rp1.000.000 ke bawah hanya menyediakan fasilitas dasar seperti kasur, almari, meja, engan kamar mandi luar. Sedangkan dengan harga Rp1.000.000 ke atas, penyewa sudah bisa mendapakan fasilitas yang lengkap termasuk Listrik.

Kos-kosan dengan harga Rp2.000.000 pun sekarang sudah mulai sering ditemui di Malang, dengan fasilitas yang berbeda dibandingkan kos pada umumnya.

Beberapa orang masih menganggap bahwa kos dengan harga Rp2.000.000 ke atas masih terlalu mahal untuk Kota Malang. Namun, tak jarang juga kos tersebut sudah penuh, bahkan sudah terdapat beberapa antrian untuk penyewa baru.

Baca Juga: 4 Spot Tidak Boleh Terlewatkan di Kampoeng Heritage Kajoetangan Kota Malang

Ditengah harga kos-kosan yang mahal tak jarang juga ditemui beberapa kos-kosan yang masih mematok harga dibawah Rp1.000.000 dengan fasilitas yang sudah lengkap dan nyaman. Kos-kosan seperti ini disebut ‘hidden gem’ karena sudah jarang ditemui dan mungkin hanya bisa dihitung jari.

Hal-hal seperti ini menjadi salah satu pertimbangan bagi pendatang yang ingin pindah ke Malang, mulai dari harga tempat tinggal hingga biaya hidup nantinya.

Terjangkau atau tidaknya harga kos-kosan terkesan bersifat relatif, mengingat penduduk migran yang datang dari berbagai daerah dengan kondisi ekonomi yang berbeda-beda.

 

Penulis: Aisyah Atifah

Editor: Aji Habibie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *