banner 970x250
News  

Kawasan Gunung Bromo Terbakar, TNBTS Akan Gunakan Citra Satelit

A. Dahri
Gunung Bromo Terbakar. Foto/dok
Gunung Bromo Terbakar. Foto/dok
77 / 100 Skor SEO

Binarpagi.id – Setelah terbakar, balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan menghitung  area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Puncak Lempitan, kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.

Disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu kemarin, bahwa pendataan dan penghitungan luas area yang terdampak karhutla akan dilaksanakan setelah proses pendinginan selesai.

Menurut Septi, pendataan dan penghitungan luas area yang terbakar di sekitar Puncak Lempitan, yang terletak di sebelah timur selatan Puncak Lamen, Resort PTN Wilayah Gunung Penanjakan, Kabupaten Pasuruan, akan menggunakan citra satelit.

Baca Juga: Melalui Kampanye Rambut Tetap Muda, Ellips Gandeng Universitas Brawijaya Edukasi Gen-Z

Selain menghitung luas area yang terdampak karhutla yang terjadi sejak 18 Juni 2024, TNBTS juga akan mengumpulkan informasi mengenai penyebab kebakaran tersebut oleh Tim Polisi Hutan Balai Besar TNBTS.

Berdasarkan laporan personel yang terlibat dalam pemadaman, kebakaran di kawasan tersebut berhasil dipadamkan pada 20 Juni 2024 sekitar pukul 17.25 WIB dan dilanjutkan dengan proses pembasahan pada malam harinya.

Untuk mencegah terjadinya karhutla lainnya, Balai Besar TNBTS meningkatkan patroli di area yang rawan karhutla dan mendirikan pos komando pengendalian karhutla.

Balai Besar TNBTS mencatat bahwa tumbuhan yang terdampak karhutla termasuk rumput merakan, alang-alang, akasia, dan cemara gunung.

Baca Juga: Ratusan Karyawan PT BMI Gelar Aksi di PN Kepanjen Perihal Sengketa Tanah

Perlu diketahui bahwa pada 6 September 2023 juga terjadi kebakaran besar di kawasan tersebut akibat ulah pengunjung yang menggunakan flare atau suar untuk kepentingan fotografi, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp8,3 miliar.

Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi wisata utama di Jawa Timur. Pada tahun 2023, jumlah kunjungan ke taman nasional yang mendapatkan predikat terindah ketiga di dunia tersebut mencapai 368.507 wisatawan, terdiri dari 355.297 wisatawan domestik dan 13.210 wisatawan asing, dengan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp14,70 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *