banner 970x250
News  

Mengenal Sejarah Kota Malang dari Zaman Kerajaan hingga Kota Modern

Visualisasi Kota Malang. Foto/Pinterest.
Visualisasi Kota Malang. Foto/Pinterest.
74 / 100 Skor SEO

Binarpagi.id – Malang, kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur yang terkenal keindahan dan udaranya yang sejuk. Kota ini memiliki banyak sejarah yang menarik dari masa kerajaan hingga menjadi kota modern yang banyak dikenal para wisatawan.

Sejarah Kota Malang dapat kita telusuri sejak zaman Kerajaan Kanjuruhan yang berdiri pada abad ke-8 Masehi. Bukti tertulis adanya kerajaan ini adalah Prasasti Dinoyo yang menunjukkan bahwa Raja Gajayana sebagai pemimpin Kerajaan Kanjuruhan pada saat itu.

Kerajaan Kanjuruhan dikenal sebagai kerajaan yang bercorak Hindu. Peninggalan paling bersejarah pada zaman ini adalah Candi Badut, yang merupakan candi Hindu tertua di Provinsi Jawa Timur yang berkaitan dengan Kerajaan Kanjuruhan.

Baca Juga: Kapal Cantrang Kabur, DPRD Sumenep Desak Investigasi Internal, Begini Respons Kapolsek dan Syahbandar Masalembu

Pada abad ke-13, Malang menjadi bagian dari Kerajaan Singosari yang didirikan oleh Ken Arok. Singosari berkembang sangat pesat dan menjadi kerajaan yang kuat sebelum akhirnya ditaklukkan oleh Kerajaan Majapahit.

Kerajaan Majapahit menguasai wilayah Malang dan menjadikannya pusat pemerintahan dan perdagangan. Kejayaan pada era ini ditunjukkan dengan adanya Candi Singosari dan Candi Jago.

Malang pada abad ke-18 mulai menarik perhatian para kolonial Belanda karena tanahnya yang subur dan pada awal abad ke-19, Belanda mulai mengembangkan perkebunan, terutama teh dan kopi di Malang. Kawasan Ijen menjadi jejak arsitektur kolonial Belanda yang terkenal dengan rumah mewah yang megah.

Sejak kemerdekaan, Kota Malang terus berkembang pesat menjadi salah satu kota terbesar di Jawa Timur. Sekarang kota malang dikenal sebagai “Kota Pendidikan” karena banyaknya universitas ternama seperti Universitas Negeri Malang dan Universitas Brawijaya. Kota yang dijuluki “Kota Pendidikan” ini juga menjadi pusat pariwisata dan banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara

 

Penulis: Kandiasalma Yunita Salsabila

Editor: Faisol Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *