Binarpagi.id – Membaca dengan lantang membantu meningkatkan kemampuan mendengarkan dan perhatian anak. Ketika orang dewasa membacakan cerita kepada anak-anak, mereka tidak hanya berbagi cerita, tetapi juga mengajarkan struktur bahasa dan konsep-konsep penting. Demikian penjelasan ouwner Kelas Main Harmoni, Miss Fya, dalam acara kegiatan World Read Aloud Day (WRAD).
Acara yang diselenggarakan pada 4 Februari 2024 lalu itu diselenggarakan oleh kolaborasi antara Kelas Main Harmoni, komunitas gendong anak, komunitas read aloud Malang Raya (RAMA), mahasiswa prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Unisma, para menulis buku anak, dan masih banyak lagi komunitas-komunitas lainnya.
Baca Juga: KKN PPM UNISRI Kenalkan Pemasaran Digital Melalui E-Commerce pada Masyarakat di Desa Giriyoso
Menurut Miss Fya, terdapat interaksi yang baik antara anak dan orangtua sehingga terbangun hubungan komunikasi yang baik antara keduanya melalui membaca buku.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi orang tua, karena read aloud menawarkan kesempatan berharga untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak-anak mereka,” kata dia.
Aktivitas ini menciptakan momen berharga untuk berinteraksi dan berdialog tentang cerita yang dibaca, yang dapat memperkuat ikatan emosional dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sejak dini.
Baca Juga: Melatih Kreativitas dan Keterampilan Komunikasi Siswa dalam Tim Melalui Pembuatan Kerajinan manik-manik
Selain itu, pada kesempatan tersebut, seluruh pihak merealisasikan ide-ide kreatif dan menyenangkan yang bertujuan agar anak mengenal membaca sebagai bagian dari kegiatan literasi yang selalu dinantikan anak.
Dalam acara read aloud ini juga menampilkan pembacaan buku cerita pilihan yang dibacakan oleh relawan dari komintas RAMA yang tidak hanya menarik perhatian anak-anak, tetapi juga melibatkan mereka dalam diskusi dan interaksi kreatif.
Kegiatan WRAD memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan dan menjadi gerakan yang lebih luas. Karena kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan anak, tetapi juga menciptakan budaya literasi yang kuat di masyarakat, yang mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap generasi mendatang.
Sumber: Rilis
Editor: Miki












