banner 970x250
News  

Tahun Baru, Lurah Baru Pesantren Luhur Baitul Hikmah Tekankan Teladan Hijrah Nabi

63 / 100 Skor SEO

Kepanjen, Malang – Mengawali Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1447 H, Pondok Pesantren Luhur Baitul Hikmah Kepanjen tampil dengan semangat menyegarkan setelah dilantiknya sang lurah baru.

Sehari pasca perayaan Tahun Baru Islam, pesantren filsafat satu-satunya di Malang ini mengukuhkan Ahmad Farid Ramadhan sebagai Lurah menggantikan Difan, yang selama ini mengemban amanah sebagai pemimpin tertinggi pesantren.

Seremoni pelantikan berlangsung sederhana namun khidmat, dihadiri para pengurus, santri, dan alumni pesantren. Dalam sambutannya, Difan menyampaikan rasa syukur sekaligus meminta doa restu atas penggantian posisi lurah. “Semoga kehadiran angka 1 Muharram menjadi momentum hijrah nyata: meninggalkan yang lama, menyongsong perubahan ke arah lebih baik,” tegasnya penuh rasa haru .

Mengusung tema “Teladani Hijrah Nabi”, pesantren berharap agar kepemimpinan baru dapat mewarisi nilai-nilai hijrah dari Rasulullah SAW, yakni perpindahan tidak hanya fisik, tetapi juga spiritual dan moral. Sehingga, kata-kata menjadi tindakan, dan ilmu menjadi perilaku nyata.

Relevansi Hijrah dalam Kepemimpinan
Region Malang Raya selama ini mengenal Pesantren Luhur Baitul Hikmah bukan hanya sebagai lokasi belajar, tapi juga pusat pemikiran Islam kontemporer dan filsafat. Sejak didirikan, pesantren ini konsisten menyuarakan gagasan hijrah sebagai proses transformasi diri — baik maknawi (mental-spiritual) maupun makani (perpindahan nyata), sebagaimana ditegaskan oleh Gus Dhofir Zuhry sebelumnya
jatim.nu.or.id
.

Penunjukan Farid Ramadhan diharapkan lebih dari sekadar pergantian jabatan; ini adalah tonggak baru dalam penguatan budaya pesantren. Santri dan pengasuh kini menaruh harap besar agar lurah baru mampu meneruskan citra Baitul Hikmah sebagai lembaga pembentuk intelektual agama yang berpijak pada semangat hijrah—menjadi motor perubahan positif di tengah masyarakat.

Harapan dan Tantangan di Masa Mendatang
Komunitas pesantren mendapatkan momentum ‘hijrah kepemimpinan’ ini sebagai ajang refleksi dan evaluasi. Perekrutan lurah baru selalu membawa hawa segar dan semangat pembaruan, namun juga tantangan:

Konsolidasi internal – Menyatukan visi, menjaga karisma pesantren, dan mempererat ukhuwah antara santri lama dan baru.

Peningkatan kualitas pendidikan – Memperluas kajian filsafat, meningkatkan akses literasi kitab klasik dan modern, serta menggali kembali metode teladan Rasul dalam membina akhlak.

Peran sosial – Menguatkan kontribusi kepada masyarakat luas—melalui pengabdian, dakwah, dan kegiatan positif yang mempraktikkan nilai hijrah dalam kehidupan nyata.

Harapan besar tersemat agar kepemimpinan Farid bisa lebih proaktif, bersinergi dengan alumni, stakeholder lokal, serta pemerintah kecamatan. Nantinya, Pondok Pesantren Luhur Baitul Hikmah tidak sekadar menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga laboratorium nilai-nilai Islam yang unggul dan relevan dalam konteks zaman.

Penulis: Faisol Editor: Ajie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *