banner 970x250
News  

Gawa Lelaku Inisiasi Diskusi Publik Demokrasi untuk Lahirkan Pemimpin Berkualitas di Pilkada 2024

Suasana diskusi publik senjakala demokrasi untuk Pilkada 2024 yang digelar oleh Gawa Lelaku. Foto/dokumen
70 / 100 Skor SEO

Binarpagi.id – Gawa Lelaku memberikan perhatian lebih tentang politik Pilkada yang akan berlangsung pada November 2024 mendatang. Komunitas ini menyambut event politik tersebut dengan menggelar diskusi publik agar masyarakat tidak terjebak pada politik transaksional.

Hal itu diangkat dalam diskusi publik bertema Senjakala Demokrasi: Masihkah Pilkada Menghasilkan Pemimpin yang Bekualitas? di Brojan Warkop Story, Kota Malang, Rabu (7/8/2024).

Direktur Gawa Lelaku Dr. Khoiron mengatakan, diskusi publik untuk menyambut Pilkada pada November 2024 mendatang sagat diperlukan agar ada koreksi atas kepemimpinan kepala daerah. Masyarakat memiliki pertimbangan yang matang untuk menentukan pilihannya bukan karena alasan-alsan transaksional.

Baca Juga: PCNU Kota Malang Fokuskan Kaderisasi Formal dan Informal

“Saya menilai perlunya sebuah event untuk mengoreksi atas kepemimpinan kepala daerah agar masyarakat Malang Raya lebih serius mempertimbangkan calon kepala daerah pada pemilu mendatang,” kata dia.

“Jangan sampai masyarakat terjebak dalam politik traksaksional. Oleh karena itu, dalam diskusi ini kami undang para aktivis muda untuk bisa mewacanakan pemimpin daerah masa depan ditengah praktik politik yang demikian ironis,” ujar dosen ilmu politik Unisma dan alumni doktor ilmu politik UGM tersebut.

Adapun para pembicara dalam acara tersebut di antaranya Dicky Wahyu, ketua PMII Cabang Malang, Ema dari HMI Cabang Malang, Helina Suciati, Ketua Kopri PC PMII Kabupaten Malang, dan Herlianto. A, Pemred Tugumalang.id. Para narasumber ini memberikan pendapatnya masing-masing soal pesta demokrasi masyarakat daerah tersebut.

Baca Juga: Lakpesdam NU Gandeng UB Kembangkan Komik Berbasis Fikih Kebangsaan

Dicky Wahyu, ketua PMII Cabang Malang, mengatakan bahwa kemungkinan ada politik uang dalam Pilkada itu sangat mungkin terjadi. Tetapi percaya bahwa seluruh tahapan di Pilkada sudah melalui prosedur yang tepat.

“Saya percaya Pilkada ini baik. Pemimpin bisa lahir dari sana. Kami di organisasi juga berupaya menyiapkan calon-calon pemimpin berkualitas di masa depan,” kata dia.

Helina Suciati Ketua, Kopri PC PMII Kabupaten Malang, mengatakan bahwa politik hari ini punya kecenderungan untuk mengabaikan calon pemimpin yang berkualitas dan lebih memilih yang popular. “Karena itulah, parta-partai hari ini lebih suka memilih calon pemimpin yang berlabel artis karena popularitasnya padahal belum tentu berkualitas,” paparnya.

Ema dari HMI Cabang Malang mengajak semua peserta diskusi public untuk turut memantau proses pemilu di Kota Malang. Karena, kata dia, tahapan pemilu yang dilakukan dengan benar bisa melahirkan pemimpin yang berkualitas. “Segala tahapannya harus dipastikan benar, agar tersaring pemimpi yang berkualitas,” katanya.

Herlianto. A, Pemred Tugumalang.id mengatakan, system pemilu hari ini membuat calon pemimpin terjabak pada politik uang. Misalnya, untuk maju seseorang tidak bisa sembarangan, dia harus direkom partai dan kalau kursi partai tidak cukup maka harus berkoalisi. Ini yang disebut elektral threshold.

“Elektoral threshold inilah yang membuat calon terjebak di money politic. Karena itu pemimpin hari ini lebih banyak lahir dari mesin ATM ketimbang partai politik,” kata dia.

Acara diskusi publik tersebut berlangsung dengan antusias. Para peserta yang hadir juga tidak ketinggalan memberikan pendapatnya soal Pilkada 2024 mendatang. Sebagian lainnya menyampaikan pertanyaan.

 

Reporter: A Dahri

Editor: Miki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *