banner 970x250
News  

Kisah Horor di SMA Tugu Kota Malang, Lantai Berdarah hingga Tangisan di Ruang Kelas

Ilsutrasi SMA Tugu Kota Malang. Foto/Google Review.
Ilsutrasi SMA Tugu Kota Malang. Foto/Google Review.
66 / 100 Skor SEO

Binarpagi.id – Kisah Horor di komplek SMA Tugu sangat terkenal di masyarakat Kota Malang. Kompleks SMA Tugu terdiri dari SMAN 3 Malang, SMAN 4 Malang, dan SMAN 1 Malang.

Gedung SMA Tugu ini didirikan pada tahun 1931 sejak zaman penjajahan Belanda dan digunakan untuk Sekolah Tinggi Warga Negara dan Sekolah Menengah umum pada zaman itu. Bangunan yang tua ini menyebabkan banyak kejadian Horor di komplek SMA Tugu. Berikut inilah beberapa kisah horor di kompleks SMA Tugu.

1. Lantai Berdarah di Aula Bersama SMA Tugu

Lantai berdarah ini adalah kisah paling terkenal dari semua kisah horor yang ada di SMA Tugu. Aula yang biasa digunakan bersama ini memiliki ubin kuning yang anehnya dihiasi bercak merah yang tidak beraturan. Meskipun ubin sudah diganti, bercak merah itu akan muncul kembali.

Penyebab dari munculnya bercak merah ini adalah karena dulunya aula ini digunakan untuk menyiksa tentara pada zaman penjajahan. Namun, ubin ini sudah dilapisi dengan kayu-kayu di atasnya agar bercak merah tersebut tidak terlihat lagi.

2. Lorong Misterius

Konon pada zaman penjajahan pernah dibangun lorong darurat yang menghubungkan kompleks Tugu sampai ke Stasiun Kota Baru Malang. Lorong ini berada di lantai panggung Aula Bersama SMA Tugu yang ditutup dengan kayu. Dulu sempat ada 2 siswa mencoba masuk dan berakhir menyeramkan.

Siswa pertama hanya mencoba merangkak setengah jalan dan kembali dengan berteriak kencang karena trauma. Di sisi lain, siswa kedua ditemukan di Stasiun Kota Baru setelah 2 minggu lamanya hilang dan berakhir dalam keadaan tidak normal.

3. Tangisan di Ruang Kelas

Kisah horor lain yang cukup terkenal yaitu tentang suara tangisan di ruang kelas. Menurut cerita yang tersebar, suara tangisan itu berasal dari siswa yang tewas bunuh diri di ruang kelas tersebut.

Berawal dari seorang siswa yang belajar di ruang kelas hingga larut. Siswa tersebut sedang sendirian dan mendengar suara tangisan yang mengerikan. Ia pun ketakutan dan berlari dari ruang kelas tersebut.

Penulis: Kandiasalma Yunita Salsabila (Magang)

Editor: Faisol Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *