banner 970x250
News  

Lakpesdam NU Gandeng UB Kembangkan Komik Berbasis Fikih Kebangsaan

Acara Focus Group Discussion (FGD) antara Lakpesdam NU Kota Malang dan Universitas Brawijaya (UB) membahas penyusunan media pembelajaran fikih kebangsaan. Foto/dok Lakpesdam NU
Acara Focus Group Discussion (FGD) antara Lakpesdam NU Kota Malang dan Universitas Brawijaya (UB) membahas penyusunan media pembelajaran fikih kebangsaan. Foto/dok Lakpesdam NU
75 / 100 Skor SEO

Binarpagi.id – Lakpesdam NU Kota Malang memiliki kekhawatiran atas konflik akibat prilaku intoleran di kalangan anak muda perkotaan. Bahkan belakangan eskalasinya cenderung menguat.

Doktrin wawasan kebangsaan yang diyakini sebagai salah satu antisipasinya belum begitu ditangkap oleh anak muda masa kini. Untuk itu, Lakpesdam NU mencari terobosan baru yang lebih dekat dengan anak muda yaitu menyusun menyusun media pembelajaran fikih kebangsaan melalui buku komik.

Dalam upaya ini Lakspesdam NU berkolaborasi dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang. Diawali dengan riset mendalam terhadap Turots pesantren berkaitan dengan wawasan fikih kebangsaan. Hasil riset didiseminasikan melalui Focus Group Discussion (FGD) pada Jumat (26/6/2024) di Ruang Rapat Lt 2 Gedung PCNU Kota Malang.

Baca Juga: Pertajam Berpikir di STF Al Farabi, Cara Daftar Kuliah di Kampus Filsafat

Ketua Lakpesdam NU Kota Malang, Dr. Mohammad Anas, menyampaikan bahwa penyusunan komik berbasis fikih kebangsaan ini diharapkan menjadi bacaan alternatif bagi anak muda, terkhusus di perkotaan, dalam memahami wawasan kebangsaan perspektif fikih.

“Berdasarkan hasil riset kami, target utama pembaca komik ini anak usia remaja. Sekitar usia SMP hingga SMA,” tegas alumni Pesantren Qomaruddin Gresik ini.

Dalam acara itu juga Lakpesdam NU menghadirkan seorang content creator bernama Kurniawan. Dalam pemaparannya, Kurniawan menuturkan ada tiga tahapan penyusunan komik. Dimulai dari pemilihan topika tau tema dari permasalahan (fikih kebangsaan, red) yang ada, pengembangan ide cerita, hingga pembuatan skenario.

Baca Juga: Server Pusat Data Nasional Down, Ini Imbauan Kemendikbudristek

“Ketiga tahap ini sudah selesai namun masih butuh masukan dalam forum diskusi ini,” imbuh pegiat Center for Character and Diversity Studies (CCDS) UB.

Diskusi terfokus ini melibatkan kurang lebih 50 orang, baik dari unsur pengajar di pesantren, perwakilan aktivis NU di tingkat kecamatan, hingga praktisi media dan perbukuan.

 

Reporter: Abdur Rohim

Editor: Miki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *