Malang, Binarpagi.id – Munculnya banyak kafe baru yang memiliki harga yang cukup menguras kantong menimbulkan pertanyaan bagi para pebisnis di Malang: antara kafe estetik dan warung kopi biasa, mana yang lebih dipilih untuk dikunjungi oleh anak muda?
Akhir-akhir ini banyak kafe baru yang muncul di kota Malang, hingga ada juga beberapa kafe yang sedang dalam proses pembangunan. Banyaknya kafe baru dengan harga yang bisa disebut mahal namun ramai membuat pebisnis bertanya-tanya: yang dicari oleh anak muda sebenarnya kopi atau suasananya?
Fasilitas yang disediakan keduanya pun tak jauh beda, mulai dari Wi-Fi, kopi susu, colokan, hingga menu yang bervariasi. Namun, perbedaan utamannya terletak pada suasana kafe yang disediakan. Walaupun warung kopi memiliki harga lebih murah dan kafe estetik memiliki harga dua kali lipat untuk menu yang sama, anak muda lebih memilih untuk pergi ke kafe estetik dibandingkan warung kopi.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, banyak kafe estetik yang juga menjual menu dengan harga yang cukup terjangkau, meski tetap lebih mahal dibandingkan warung kopi. Ternyata, anak muda memang lebih memilih untuk memilih kafe estetik bukan hanya karena nyaman, tetapi mereka juga bisa menikmati suasana yang berbeda dibanding warkop yang cenderung memiliki suasana yang sama satu warkop dan yang lain.
Hal ini tentunnya juga menjadi catatan penting bagi para pelaku usaha. Selain itu, melekatnya stigma warung kopi dengan bapak-bapak, membuat anak muda, terutama perempuan, takut untuk pergi ke warkop. Mereka lebih memilih untuk pergi ke yang lebih ramah bagi perempuan, seperti kafe estetik.
Ketertarikan anak muda pada desain kafe estetik yang kekinian dan bernuansa modern membuat warung kopi kalah saing. Oleh karena itu, dibutuhkan perkembangan atau improvisasi oleh pemilik warung kopi itu sendiri. Namun, tak jarang juga ditemui warung kopi yang ramai dengan anak muda. Biasanya antara pemilik atau penjaga warung kopi yang ramah, sehingga menarik anak muda karena susasana yang diciptakan.
Nah, menurut teman-teman bagaimana? Apakah teman-teman lebih memilih untuk nongkrong di warung kopi dengan harga terjangkau atau kafe estetik yang memiliki harga dua kali lipat?
Penulis: Aisyah Atifah












