banner 970x250
News  

Mengulik Sejarah dan Keunikan Tari Topeng Malangan

Ilustrasi Tari Topeng Malangan. Foto/Pinterest
Ilustrasi Tari Topeng Malangan. Foto/Pinterest
67 / 100 Skor SEO

Binarpagi.id – Selain terkenal dengan makanannya yang menggugah selera dan wisata yang tidak ada habisnya, Malang juga memiliki tari tradisional khas. Dari banyaknya tarian khas Malang, ada satu yang memiliki keunikan tersendiri dan wajib kita lestarikan, yaitu Tari Topeng Malangan.

Pada zaman Kerajaan Kanjuruhan sekitar abad ke-8 diperkirakan tarian ini sudah ada dan berkembang pesat di zaman Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Singosari. Awalnya, tarian ini digunakan sebagai ritual keagamaan dan menjadi hiburan para petinggi kerajaan.

Seiring berjalannya waktu, Tari Topeng Malangan ini berkembang menjadi pertunjukan seni yang berfungsi untuk menyebarkan cerita wayang, khususnya cerita Panji yang berasal dari budaya Jawa klasik.

Baca Juga: 4 Tips Biar Tidak Kena Scam Saat Wisata ke Tempat Wisata Baru

Pada Zaman Kerajaan Majapahit, Tari Topeng Malangan menjadi semakin berkembang dan mendapat perhatian khusus dari para petinggi kerajaan. Para penari menggunakan topeng kayu yang diukir sedemikian rupa untuk menggambarkan tokoh-tokoh yang diperankan.

Ketika para penjajah dari Belanda masuk ke Nusantara, Tari Topeng Malangan mengalami sedikit kemunduran karena banyak pementasan seni dilarang dan dibatasi. Namun, tarian ini masih bertahan dan diwariskan secara turun-temurun.

Tari Topeng Malangan memiliki keunikan tersendiri yang membedakan dengan Tari Topeng dari daerah lain. Setiap karakter mempunyai warna dan karakter yang berbeda, seperti topeng merah memerankan peran antagonis dan putih untuk karakter protagonis. Menggunakan gamelan khas Jawa Timur sebagai pengiring dalam setiap adegan dalam tarian.

Saat ini, Tari Topeng Malangan ini masih eksis dan dikembangkan di beberapa sanggar tari. Program pemerintah dan komunitas kebudayaan gencar mengadakan festival budaya untuk melestarikan tari ini. Tarian ini juga sering ditampilkan di acara nasional maupun internasional sebagai sarana diplomasi budaya Indonesia.

Tertarik menyaksikan dan mempelajari tari Topeng Malangan?

 

Penulis: Kandiasalma Yunita Salsabila (Magang)

Editor: Aji Habibie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *