Malang, Binarpagi.id – Gaji tim sepak bola wanita yang sangat jauh berbeda dengan tim pria membuat banyak atlet geram dan menuntut kesetaraan gaji yang pantas mereka dapatkan. Dalam beberapa tahun terakhir, tuntutan mencuat dari berbagai pihak, dari pemain profesional, aktivis, dan banyak lagi, meminta gaji setara antara pemain wanita dan pemain pria.
Puncak isu ini ialah saat tim nasional wanita Amerika Serikat (USWNT) berhasil memenangkan gugatan hukum yang diajukan kepada Federasi Sepak Bola AS pada 2022. Keberhasilan tersebut merupakan momen yang sangat penting, karena mereka berhasil mendapatkan gaji yang setara dengan tim pria, termasuk hak siar dan semua fasilitas.
Kemenangan tim nasional wanita Amerika Serikat memicu tim wanita negara lain meminta gaji setara juga. Di Eropa, Federasi Sepak Bola Norwegia dan Inggris telah menyetujui gaji yang setara untuk pemain nasional wanita maupun pria. Langkah ini mendapat banyak sambutan positif dari publik dan dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi atlet wanita di cabang olahraga sepak bola.
Baca Juga: Perkembangan Sepak Bola Wanita di Dunia dan Indonesia
Namun, kenyataannya masih banyak rintangan yang harus dilalui. Di banyak negara, terutama kawasan Asia dan Afrika, perbedaan gaji antara pemain wanita dan pria masih sangat besar dan mencolok. Dukungan sponsor yang sangat minim, serta minimnya infrastruktur yang diberikan, menjadi hambatan utama dalam mencapai kesetaraan.
Kesetaraan gaji bukan hanya soal angka, tetapi juga pengakuan serta apresiasi terhadap kerja keras dan kualitas yang diberikan pemain sepak bola wanita di lapangan. Dengan makin banyak negara yang bergabung dan mendukung isu ini, diharapkan bisa menciptakan industri sepak bola yang adil dan inklusif.
Masyarakat dan suporter juga diharapkan untuk terus mendukung pertandingan sepak bola wanita agar kesetaraan yang seharusnya didapatkan oleh pemain sepak bola wanita segera terlaksana. Dukungan publik sangat diharapkan untuk menjadi kekuatan utama dalam mendorong kesetaraan yang terus diperjuangkan oleh para atlet wanita dan mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.
Penulis: Kandiasalma Yunita Salsabila
Editor: Kandiasalma Yunita Salsabila












