banner 970x250
News  

Tim PKM Dosen UNITRI Bekali Pelaku Usaha dengan Skill Entrepreneurship

Acara PKM Dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi di Sukun Kota Malang. Foto : Dokumen Unitri
Acara PKM Dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi di Sukun Kota Malang. Foto : Dokumen Unitri
69 / 100 Skor SEO

Binarpagi.id – UMKM kuliner berkembang cukup pesat saat ini. Hal ini tentu berdampak positif antara lain bertambahnya tenaga kerja yang dapat diserap oleh industri tersebut dan diperlukan strategi komprehensif untuk perkembangan UMKM tersebut.

Berdasarkan pengamatan di lapangan yang telah dilakukan oleh Tim Pengusul Program  Bantuan Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat PKM Tahun 2024 ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mitra usaha UMKM Kuliner To’s Food, Sukun, Malang.

Di antaranya, kurangnya modal usaha, peralatan yang  masih sederhana dan kapasitas produksi yang terbatas, kurangnya promosi, kurangnya sumber daya manusia dan kurangnya penerapan teknologi serta masih bertahan dengan caranya yang masih konvensional dalam penjualannya.

Baca juga : PT. HM Sampoerna, Tbk Plant Blimbing Sosialisasi Hidup Bersih di Pasar Sekitar Pabrik

Melihat kondisi tersebut, sejumlah dosen dari Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) mencoba memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat, Minggu (28/7/24).

Mereka adalah Dr. Elly Lestari, SE., MSM; Dr. Ana Arifatus Sa’diyah, SP., MP dan Dr. Muhamad Rifa’i. SE., MM. Agenda ini mengusung tema “PKM Pendampingan Digitalisasi Sertifikat Halal dan Pemasaran pada UMKM Kuliner Malang”.

“Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi pelaku UMKM dalam proses digitalisasi sertifikat halal dan cara mempromosikan produk dan memasarkannya melalui market place,” ungkap Ketua Kegiatan Pengabdian Masyarakat, Elly Lestari.

Baca juga : Pertajam Berpikir di STF Al Farabi, Cara Daftar Kuliah di Kampus Filsafat

Harapannya, tambah Elly, bagi pelaku usaha diberikan label halal sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen akan hukum kehalalan produk, kebersihan produk, dan bahkan layak atau tidaknya produk untuk dikonsumsi.

Perubahan sistem pemasaran dari cara konvensional ke cara digital dapat memudahkan keterjangkauan dan akses konsumen dari berbagai kalangan baik muda maupun tua, baik menengah atau atas.

“Masyarakat modern tidak lagi menuntut aktivitas berbelanja yang tidak hanya aman dan nyaman, namun juga praktis dan efisien sehingga mengubah gaya hidup konsumen yang membeli produk yang diinginkannya,” pungkasnya.

 

Reporter: A. Dahri

Editor: Ach. Faisol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *