Binarpagi.id – Kegiatan action dalam bentuk workshop yang berjudul “Pembelajaran Berdieferensiasi, Pembelajaran Individual dan Modul Ajar pada Kurikulum Merdeka” dilakukan pada tanggal 16 Nopember 2024 bertempat di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang. Kegiatan ini dirancang untuk Guru pendamping Anak berkebutuhan Khusus (ABK) yang berjumlah 4 orang.
Namun demikian, saat sekolah Muhammadiyah lainnya mengetahui kegiatan ini, sekolah-sekolah lainnya ingin mengikuti workshop ini. Oleh karenanya, kegiatan action diikuti oleh 21 sekolah Muhammadiyah Malang Raya. Setiap sekolah mengirimkan perwakilannya. Keseluruhan peserta berjumlah 21 peserta.
Baca Juga: JNE Raih Penghargaan Courier of The Year di Indonesia Logistic Awards 2024
Rangkaian kegiatan mengikuti rundown di bawah ini.
| Waktu | Kegiatan | Narasumber |
| 08.00 – 08.30 | Registrasi Peserta | Tim Kerja |
| 08.30 – 08.45 | Sambutan Ketua FOSKAM Kota Malang | Sony Darmawan, M.Pd |
| 08.50 – 09.20 | Materi 1:
Pembelajaran Berdiferensiasi di SD/SMP/SMA |
Dr. Arina Restian, S.Pd, M.Pd |
| 09.20 – 09.35 | Sharing Session I
Diskusi dan Tanya Jawab |
Moderator |
| 09.40 – 10.20 | Materi 2:
Program Pembelajaran Individual di SD/SMP/SMA |
Vivi Kurnia Herviani, M.Pd |
| 10.20 – 10.35 | Sharing Session II
Diskusi dan Tanya Jawab |
Moderator |
| 10.40 – 11.10 | Materi 3:
Modul Ajar pada Kurikulum Merdeka |
Minatun Nadlifah, M.Pd
|
| 11.10 – 11.20 | Sharing Session III
Diskusi dan Tanya Jawab |
Moderator |
| 11.20 – 11.30 | Penutupan | Ketua Tim |
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari FOSKAM Kota Malang. Dalam sambutannya, ketua FOSKAM Kota Malang, yaitu Sony Darmawan, M.Pd menyatakan bahwa agenda kegiatan ini memberikan dampak yang sangat positif di lingkungan sekolah muhammadiyah.
Kegiatan workshop ini dilaksanakan sebagai wujud komitmen bersama sekolah-sekolah muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya untuk pembelajaran siswa ABK. Salah satu fenomena menarik seperti yang terjadi di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang.
Jalur inden pendaftaran siswa ABK dalam 3 tahun ke depan sudah penuh. Para orang tua memberikan kepercayaan menyekolahkan putra-putrinya yang ABK di sekolah muhammadiyah merupakan hal positif yang harus terus dijaga kepercayaannya. Maka kegiatan workshop bagi guru ABK adalah langkah nyata dalam mengembangkan kualitas pendampingan pada siswa ABK.
Kegiatan berikutnya adalah materi pembelajaran berdiferensiasi. Pada materi ini, pemateri adalah Dr. Arina Restian, M.Pd. Dalam materinya disampaikan bahwa anak yang mengalami keterbatasan atau keluarbiasaan, baik fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional, yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak lain yang seusia dengannya.
Editor: Faisol Arifin












